Sumber: http://eltelu.blogspot.com/2012/09/cara-membuat-tab-menu-horizontal.html#ixzz2MWWDfFLK
http://www.imankatolik.or.id/

Kamis, 21 Februari 2013

Kelas 6 Semester Genap

PELAJARAN 10: JEMAAT (GEREJA) PERDANA

1.    Jemaat         : umat – pengikut Kristus – murid Kristus
2.    Gereja (G)   : Persekutuan umat yang beriman  pada Yesus Kristus dalam semangat cinta kasih (Umat Allah)
               Iman: Jawaban manusia atas tawaran keselamatan dari Allah melalui Yesus Kristus, agar                      manusia terhindar dari perbuatan dosa.
3.    gereja (g)    : tempat beribadah/ berdoa/ sembahyang (bentuk fisik bangunan gereja)
                                                                                
                                    
              

  Skema Iman Kristiani


                                 
4.    Pada awal berdirinya Gereja, mereka menekuni ajaran para rasul.
5.    Jemaat Perdana muncul setelah peristiwa Pentakosta (Roh Kudus Turun Atas Para Rasul).
6.    Pemimpin Jemaat Perdana adalah para rasul yang diketuai oleh Petrus (Petrus = batu karang).
7.    Cara hidup Jemaat Perdana:
a.    Bertekun dalam pengajaran para rasul dalam persekutuan.
b.    Sehati sejiwa berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
c.    Membagikan harta miliknya kepada orang-orang yang memerlukan.
8.  Jemaat Perdana juga menghayati cara hidup solidaritas/ kesetiakawanan. Agar solidartas dapat terwujud, diperlukan kerelaan berkorban serta keterlibatan pada penderitaan dan kebutuhan orang lain.
9.    Kita sebagai umat yang beriman dituntut untuk mampu memiliki sifat kesetiakawanan, misal:
a.   Setia terhadap teman sepermainan dilingkungan rumah, sekolah dan sering belajar bersama.
b.    Membantu sesama yang sedang mengalami musibah/ kesusahan.
c.    Merelakan tenaga dan sumbangan pemikiran demi kebahagiaan bersama.

PELAJARAN 11: SANTO PETRUS PEMERSATU GEREJA

1. Dalam perjalanan hidup kekristenan pernah terjadi konflik; khususnya pada awal hidup Gereja.
2.    Konflik yang terjadi mengenai syarat untuk menjadi seorang Kristen.
       *Apakah untuk menjadi Kristen, seseorang harus disunat menurut adat-istiadat Musa atau               tidak?
3.  Orang-orang Yudea yang datang ke Antiokhia dan beberapa dari golongan Farisi yang telah menjadi Kristen berpendapat: “jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan Musa, kamu tidak dapat diselamatkan”.
4.    Dengan tegas, Paulus membantah pendapat tersebut.
5.  Paulus dan Barnabas diutus untuk bertemu para rasul dan penatua-penatua di Yerusalem dengan maksud menyelesaikan masalah.
6. Sidang pertama kali diadakan di Yerusalem, dipimpin oleh Petrus untuk membahas permasalahan tentang sunat.
7.  Pendapat Petrus dalam sidang di Yerusalem: “Tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan bukan Yahudi, sebab Allah sendiri telah mengenal hati mereka dan menyatakan kehendakNya untuk menerima mereka. Kepada mereka juga Allah telah mengaruniakan Roh Kudus yang sama; Allah tidak mengadakan pembedaan sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman; kita percaya bahwa oleh kasih karunia Kristus kita semua beroleh keselamatan”.
8. Keputusan akhir sidang di Yerusalem menyepakati bahwa: bagi semua orang Kristen yang bukan Yahudi tidak perlu disunat dan tidak perlu menuruti hukum Musa.
9.  Petrus adalah seorang pemimpin yang menggembalakan umat sekaligus pemersatu umat Allah. Pengganti posisi Petrus sebagai pemimpin umat saat ini adalah Paus. Paus saat ini bernama Paus Benediktus XVI, domisili di Vatikan, Roma, Italia.
10. Sidang umat Kristiani untuk membahas tentang keprihatinan sosial, tentang Liturgi, tentang Umat Allah dan kehidupan menggereja dan sebagainnya disebut Konsili.

PELAJARAN 12: SANTO PAULUS RASUL BANGSA-BANGSA

1.    Sebelum dikenal dengan nama Paulus, ia lebih dikenal dengan nama Saulus.
2.  Saulus adalah seorang terpelajar, ia belajar tentang banyak hal termasuk mendalami Hukum Taurat. Ia belajar pada seorang guru bernama Gamaliel di Yerusalem. Sebagai seorang dari kelompok Farisi yang cerdas, ia terdidik sebagai seorang Farisi yang Fanatik. Ia tak henti-hentinya mengejar, menganiaya, dan memasukan ke dalam penjara, bahkan tidak segan-segan membunuh murid-murid Yesus. Saulus berasal dari keluarga Yahudi dan berkewarganegaran Romawi, ia dilahirkan di Tarsus, Asia Kecil.
3. Saulus mengalami peristiwa pertobatan dalam perjalanan ke Damsyik. Saulus berjumpa dengan Yesus yang berkata “Saulus, Saulus! Mengapa engkau menganiaya Aku?! Dalam peristiwa itu Saulus mengalami kebutaaan hingga harus dituntun untuk dapat masuk ke kota Damsyik; ia disembuhkan oleh Ananias dan ia dibaptis.
4.    Awal peristiwa pertobatan Saulus terjadi di dekat pintu gerbang kota Damsyik.
5.  Peristiwa pertobatan Saulus menjadi awal dalam kehidupannya menjadi rasul atas bagsa kafir (bangsa yang belum mengenal Allah).
6.   Dalam karya kerasulannya (karya pewartaan akan Yesus), Saulus yang kemudian lebih dikenal dengan nama Paulus, menjalankan misi pewartaannya dengan teratur dan penuh tanggunggjawab.
7.  Perjalanan misi Paulus mengalami banyak tantangan dan ujian (baca 2Kor 11:21-33). Namun ia tetap setia mewartakan Yesus pada orang-orang kafir ia ia meninggal.
8. Sebelum meninggal, ia ditangkap oleh orang Yahudi di Yerusalem dan dipenjarakan. Setelah naik banding dihadapan kaisar di Roma, ia dibebaskan. Namun tidak lama kemudian ia ditangkap lagi dan menamui ajal di Roma sebagai Martir (gelar orang kudus yang meninggal karena dibunuh) pada tahun 67.
9.    Berikut perjalanan misi pewartaan Injil yang dilakukan oleh Paulus:
a. Perjalanan misi pertama (sekitar tahun 40-48) meliputi daerah: Salamis, Atalia, Perga, Antiokhia.
b. Perjalanan misi kedua (tahun 50) meliputi daerah: Antiokhia, Tarsus, Derbe, Listra, Ikononium, Antiokhia (Asia), Troas, Filipi, Tesalonika, Berea, Atena, Efesus, Kaisarea.
c.   Perjalanan misi ketiga (sekitar tahun 52-53) meliputi daerah: Cesarea, Siden, Lasea (Pulau Kreta), Malta, Syracuse (Sisilia), Roma.
10.  Pokok utama pewartaan Paulus adalah Kabar Gembira tentang Salib dan kebangkitan Kristus. Peristiwa penebusan Allah atas manusia melalui Salib dan kebangkitan Yesus Kristus Putera Allah. Mahkota dari penderitaan Salib adalah kebangkitan.

11.  Pewartaan Paulus juga menekankan pewartaan Injil bagi bangsa-bangsa lain yang di luar lingkup hukum Yahudi, terutama bangsa kafir; orang dapat menjadi Kristen tanpa harus mengikuti tuntutan dan adat-istiadat Yahudi.


PELAJARAN 13: GEREJA SEBAGAI PERSEKUTUAN
  1. Setiap persekutuan diikat oleh kepentingan masing-masing sesuai dengan tujuan dalam persekutuan tersebut.
  2. Gereja merupakan suatu persekutuan umat yang percaya pada Kristus dalam Roh Kudus yang dipersatukan oleh cinta dan harapan yang sama serta diutus oleh Kristus untuk mewartakan Kerajaan Allah.
  3. Kerajaan Allah adalah situasi dimana Allah meraja di hati manusia untuk menyelamatkan dan memberi perlindungan sekaligus rahmat yang dibutuhkan manusia.
  4. Empat (4) sifat/ ciri Gereja yaitu: Satu, Kudus, Katolik, Apostolik.
  5. Berikut ini merupakan hakikat/ sifat dasar Gereja sebagai Persekutuan:
  • Persekutuan umat yang percaya pada Kristus. Gereja adalah persekutuan iman yang percaya pada Kristus.
  • Roh Kudus. Roh Kudus menjiwai Gereja, menganugerahkan rahmat dan kharisma, memperteguh persekutuan pada setiap anggota Gereja.
  • Dipersatukan oleh cinta dan harapan yang sama. Semangat persekutuan adalah cinta dan kekuatanya adalah harapan yang teguh akan keselamatan.
6.a. Yesus menggambarkan dan melambangkan diriNya dan para pengikutNya seperti pohon anggur dan 
         ranting-rantingnya.
   b. Santo Paulus melambangkan Kristus dan umatNya seperti kepala dan anggota-anggota tubuh manusia.
   c. Tradisi Gereja sering menggambarkan umat Kristus seperti perahu yang sedang berlayar lengkap                  dengan 
       para penumpang dan nahkodanya.
7. Semua umat beriman adalah anggota Tubuh Kristus: setiap anggota ditentukan oleh Allah untuk tugas-
       tugas tertentu, misalnya sebagai rasul, nabi, dan pengajar.
8. Dalam Gereja terdapat tiga kelompok besar yang masing-masing memiliki tugas khas, yaitu: 
    a. Kelompok Hierarki
      † Kelompok Hierarki adalah Dewan para uskup dan Paus sebagai kepala sedangkan imam dan diakon
         sebagai pembantu uskup.
      † Tugas kelompok Hierarki: menjadi Gembala dalam Gereja dan pemimpin Gereja.
Paus adalah Gembala dan pemimpin Gereja sedunia.
Uskup adalah Gembala, pemimpin dan pemersatu Gereja lokal.
Imam adalah pembantu uskup dalam mewartakan Injil, menggembalakan umat beriman dan merayakan
           ibadat ilahi; merupakan kelompok yang ditahbiskan (diurapi/ dilantik).
     b. Kelompok Biarawan-biarawati
     † Kelompok biarawan-biarawati adalah kelompok tertentu dalam Gereja yang memberikan pelayanan
       secara khas dengan berpedoman pada spiritualitas (semangat) pendiri dan mengikrarkan (berjanji/
       bersumpah) 3 kaul (sumpah/ janji) yaitu Kaul Ketaatan, Kaum Kemurnian, dan Kaul Kemiskinan.
    † Tugas kelompok ini adalah mewujudkan corak kehidupan dengan kaul-kaul , dengan demikian mereka
       menyuburkan kesucian Gereja dan kemuliaan Allah Tritunggal.
    c. Kelompok Awam
     † Kelompok awam adalah warga Gereja yang tidak ditahbiskan dan juga bukan biarawan-biarawati.
     † Tugas awam adalah meresapkan tata dunia dalam semangat Injil.


PELAJARAN 14: TIGA TUGAS GEREJA
1. Gereja sebagai persekutuan umat beriman memiliki tiga tugas pokok yaitu tugas pewartaan, 
    pengudusan, dan penggembalaan.
2. Sebelum Yesus naik ke surga, Ia telah mengutus para muridNya untuk mewartakan Kabar Gembira ke 
    seluruh dunia (bdk. Mrk 16:15) dan berjanji akan senantiasa menyertai murid-muridNya.
3. Tugas pewartaan diberikan pada semua orang beriman, dan tujuannya ialah agar Kristus semakin 
    dikenal dan diimani dengan segenap hati oleh semua orang.
4. Pewartaan dilakukan melalui perkataan, perbuatan, dan melalui media massa yang mencerminkan 
    kebaikan Allah.
5. Tugas pengudusan dijalankan melalui perayaan ibadat ilahi yang juga merupakan perayaan iman.
6. Dalam ibadat, umat beriman menyatakan imannya, syukur, permohonan, dan pertobatan.
7. Perayaan Ekaristi Kudus (misa) merupakan salah satu perayaan iman yang penting bagi umat Katolik            karena di dalamnya selain bentuk persekutuan, peristiwa pemakluman Tubuh dan Darah Kristus diulangi       dalam prosesi doa Syukur Agung (saat Konsekrasi: perubahan roti dan anggur manjadi Tubuh dan Darah      Kristus).
8. Tugas pengudusan dilaksanakan juga dalam perayaan Sakramentali, yakni bentuk perayaan yang                   dilakukan umat dengan tujuan tertentu (misalnya: merasa yakin akan penyertaan Tuhan), diluar perayaan 7     Sakramen. Contohnya: pemberkatan rumah, pemberkatan benih, ibatat sabda, sharing Kitab Suci, ziarah       ke tempat-tempat rohani, dan lain-lain.
9. Tugas Gereja yang ketiga adalah menggembalakan umat Allah atau memimpin dan melayani umat. 
    Yesus Kristus adalah dasar dari seluruh penggembalaan atau pelayanan dalam Gereja.
10. Contoh pelayanan Yesus yang menjadi dasar penggembalaan dalam Gereja:
    a. Yesus menyembuhkan orang sakit
    b. Yesus membangkitkan orang mati
    c. Yesus memberi makan orang lapar
    d. Yesus mengampuni orang berdosa yang bertobat
11. Pelayanan dijalankan oleh Yesus dengan penuh pengabdian, pengorbanan, dan kerendahan hati; semua 
      itu diwujudkan dalam pembasuhan kaki para murid (Yoh 13:4-17).
12. Tugas penggembalaan merupakan tugas semua orang Kristiani yang dijalankan sesuai fungsi dan status 
      setiap orang.
13. Tugas pelayanan bertujuan agar kehidupan semua umat manusia utuh dan masuk dalam persekutuan 
      hidup dengan Allah.

PELAJARAN 15: MARIA BUNDA GEREJA
1. Maria adalah sosok perempuan sederhana dari Nazaret.
2. Maria menjadi sangat istimewa karena ia dipercayakan Allah untuk mengandung dari Roh Kudus dan 
    melahirkan Sang Juruselamat (Mesias) dalam diri Yesus Kristus.
3. Maria disebut Bunda Penebus karena ia dipercayakan Allah untuk mengandung dan melahirkan 
    Juruselamat, merawat Yesus di masa kecilnya, menyertai perjalanan penyelamatan Yesus Puteranya 
    hingga wafat di salib.
4. Maria adalah Bunda umat beriman. Ketika tergantung di salib, Yesus menyatakan pada muridNya 
    (kemungkinan Yohanes), “Inilah Ibumu”. Dan kepada Ibunya (Maria) ia berkata, “Ibu, inilah anakmu!” 
    (Yoh 19:26-27).
5. Maria adalah Bunda para rasul. Ia turut dalam karya kerasulan; ketika bersama pada rasul (setelah   
    Yesus naik ke surga) bertekun dengan sehati dalam doa menantikan Roh Kudus yang telah dijanjikan 
    oleh Yesus (Kis 1:12-14).
6. Maria mendapat anugerah istimewa dari Allah berupa:
    a. Mengandung dari Roh Kudus dan melahirkan Mesias.
    b. Diangkat ke surga jiwa dan raga.
    c. Dimahkotai di surga sebagai Bunda Allah, Bunda umat tertebus, dan Bunda Gereja.
7. Maria diakui dan dihormati serta diberi gelar: sebagai Bunda Allah, Bunda Penebus, Mempelai, 
    Kenisah Allah Roh Kudus, dan Bunda para rasul serta Bunda Gereja.
8. Doa khusus untuk menghormati Maria adalah doa Salam Maria dan Doa Rosario.
9. Kesempatan khusus untuk memuji dan menghormati Maria adalah ziarah ke tempat-tempat yang 
    dikhususkan untuk hal tersebut: gua Maria atau taman Rosario.
10. Bulan yang dikhususkan untuk memuji dan berdoa bersama Maria adalah bulan Mei dan Oktober.
11. Kelompok Gereja yang mengkhususkan diri untuk mengikuti teladan Maria adalah Persekutuan Doa 
    Legio Mariae dan beberapa dari kelompok biarawan-biarawati, misalnya: Bruder MTB: Maria tak 
    Bernoda, BHK: Bunda Hati Kudus, SMM: Serikat Maria Monfortan dan lain-lain.

PELAJARAN 16 DAN 17: SURGA DAN NERAKA
1. Santo Paulus pernah berkata (1Kor 5:1), “Bila kediaman kita di bumi telah dibongkar, Allah menyediakan     bagi kita suatu kediaman di surga”. Tujuan dari usaha manusia untuk mendapatkan keselamatan adalah         surga. St. Paulus mengungkapkan bahwa keselamatan sama dengan kebahagiaan di surga.
2. Surga adalah kebahagiaan manusia dalam kesatuan dengan Allah untuk selama-lamanya.
3. Orang yang dapat mengalami surga adalah orang yang mendengarkan firman Tuhan dan selalu                       melaksanakannya dalam bentuk tindakan-tindakan berbuat baik dalam semangat cinta kasih Kristus.
4. Mengalami surga berarti bertemu, bersatu, dan berada bersama Allah yang merupakan tujuan dari hidup       manusia.
5. Surga dikatakan suatu tempat merupakan suatu kiasan karena setelah kematian tidak ada badan berarti        tidak ada pula tempat. Di surga memang ada badan, yakni Tubuh Kristus, tubuh yang mulia, yang tidak          membutuhkan tempat dan waktu.
6. Pengalaman akan kebahagiaan di surga merupakan suatu kenyataan yang sebenarnya sudah dimulai dalam     kehidupan di dunia.
7. Di dunia ini, kita mengalami kebahagiaan dalam diri dan juga kebahagiaan bersama orang lain karena           hidup menurut kehendak Allah. Pengalaman itulah yang mengantar manusia pada kerinduan untuk                 berbahagia di surga.
8. Hidup menurut kehendak Allah: berbuat baik dengan penuh cinta di dunia merupakan jalan untuk                   mendapatkan kebahagiaan di surga.
9. “Barang siapa tidak mengasihi, ia tetap dalam maut. Setiap orang yang membenci saudaranya adalah           seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang memiliki hidup           kekal di dalam dirinya” (1Yoh 3:14-15).
10. Neraka adalah keadaan keterpisahan hubungan dengan Allah. Situasi neraka yang dialami merupakan           situasi yang penuh penderitaan karena tidak mencintai Allah, sesama dan dirinya sendiri secara wajar.
11. Manusia akan mengalami keterpisahan dengan Allah apabila:
    a. Mengabaikan hukum Cinta Kasih terhadap Tuhan, sesama dan diri sendiri.
    b. Mengabaikan kebutuhan-kebutuhan mendesak dari orang kecil, lemah, miskin dan terlantar.
  c. Meninggal dalam dosa besar (mengakhiri hidup diri sendiri dan orang lain) maupun dosa kecil                     (berbohong, menfitnah, berlaku tidak adil, mencuri, mendendam, tidak memberi maaf, dll) tanpa                    menyelesaikannya dan tanpa menerima cinta Allah yang berbelaskasihan.
12. Pernyataan Kitab Suci dan ajaran Gereja mengenai neraka merupakan peringatan bagi manusia supaya        menggunakan kebebasan mereka secara bertanggungjawab dan peringatan itu merupakan ajakan yang          mendesak untuk segera bertobat dan memperbaiki diri.
13. Pesan/ makna dari kisah “Gadis-gadis yang bodoh dan Gadis-gadis yang Bijaksana” (Mat 25:1-13)            adalah setiap orang (kita) harus selalu bersiap-siap dengan sikap dan tindakan yang benar karena kita            tidak tahu hari dan jamnya.

PELAJARAN 18: HATI NURANI
1. Hati nurani/ suara hati dapat diartikan secara luas dan secara sempit, yakni:
    a. Hati nurani secara luas dapat diartikan sebagai kesadaran akan adanya kewajiban. Hati nurani 
        merupakan kesadaran moral yang timbul dan tumbuh dalam hati manusia.
    b. Hati nurani secara sempit dapat diartikan sebagai penerapan kesadaran moral dalam suatu situasi 
        konkret, yang menilai suatu tindakan manusia atas buruk-baiknya.hati nurani tampil sebagai hakim yang 
        baik dan jujur, walaupun dapat keliru.
2. Pada umumnya hati nurani adalah kemauan dan kemampuan manusia untuk mengetahui yang benar dan 
    yang tidak baik serta mengambil keputusan yang seharusnya dibuat.
3. Hati nurani dapat berperanan sebelum suatu tindakan dilakukan. Biasanya, hati nurani akan 
    memerintahkan jika perbuatan itu baik dan melarang jika perbuatan itu buruk.
4. Hati nurani dapat berperanan sesudah suatu tindakan dibuat. Ia “memuji” jika perbuatan itu baik dan ia 
    akan membuat kita gelisah atau menyesal jika perbuatan itu buruk.
5. Hati nurani dapat menjadi lemah, keliru, tersesat dan tak berfungsi secara benar. Oleh karena itu, hati 
    nurani harus dibina. Cara untuk membina hati nurani antara lain:
    a. Mengikuti suara hati dalam segala hal dan situasi.
    b. Mencari keterangan pada sumber yang baik: membaca Kitab Suci, bertanya pada orang yang punya 
        pengelaman dan pengetahuan, mengikuti kegiatan rohani (retret/ rekoleksi).
    c. Koreksi diri (introspeksi).
   d. Berdoa.
6. Santo Paulus mengatakan pada kita bahwa dalam diri kita ada dua hukum, yaitu hukum Allah dan 
    hukum dosa. Kedua hukum itu saling bertentangan. Hukum Allah menuju pada kebaikan, sedangkan 
    hukum dosa menuju pada kejahatan. Santo Paulus mengingatkan kita bahwa selalu ada pergulatan antara 
    yang baik dan yang jahat dalam hati manusia.

PELAJARAN 19: HIDUP MURNI
  1. Kemurnian adalah hormat terhadap badan sendiri dan badan orang lain, kemurnian juga dapat diartikan sebagai hormat terhadap cinta sejati antara pria dan wanita dan selain itu pengertian dari kemurnian adalah hormat terhadap sumber kehidupan.
  2. Tuhan menciptakan manusia menurut citraNya dan Tuhan menciptakan pria dan wanita agar mereka saling melengkapi.
  3. Tentang dosa melawan kemurnian, Kitab Suci berbicara cukup banyak. Diantaranya adalah:
  • Yesus menegaskan, “Telah kamu dengar, bahwa ada dikatakan: jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu, barangsiapa memandang seorang wanita dengan nafsu, sudah berzinah dengan dia dalam hatinya” (Mat 5:27-28).
  • “Dalam hati timbul segala pikiran jahat, seperti pembunuhan, zinah, percabulan ... semua itulah yang menajiskan manusia” (Mat 15:19-20).
  • Yesus memuji Yohanes Pembaptis yang mengorbankan hidupnya karena menentang perzinahan. Yohanes Pembaptis berani berkata kepada Herodes, “tidak halal bagimu mengambil istri saudaramu (Mrk 6:18).
    4.   Rasul Paulus juga berbicara banyak tentang percabulan karena dalam karya kerasulannya ia pernah
          menjelajahi Romawi dan menyaksikan kehancuran kerajaan Romawi justru karena hidup dalam
          percabulan (bdk. Ef 5:3-5).
    5.   Kemurnian diri kita akan terpengaruhi dan tercemar disebabkan beberapa hal, misalnya: berpikiran
          kotor, berbicara jorok, melawan hukum cinta kasih, melakukan perbuatan-perbuatan tidak terpuji.
    6.  Cara menjaga kemurnian diri diantaranya adalah membina hati nurani agar tetap berfungsi dengan baik
         sehingga mampu membedakan yang baik dan yang jahat dan melakukan kegiatan-kegiatan positif dan
         berguna, berpegang teguh pada Iman Sejati Kristiani.
   7. Salah satu tokoh dalam Gereja Katolik yang berhasil menjaga kemurnian diri adalah Santa Maria
        Goretti.
   8. Santa Maria Goretti dilahirkan di kota Corinaldo, Italia pada tanggal 16 Oktober 1890. Ia dianugerahi
        gelar “Santa” oleh Gereja karena kegigihannya mempertahankan kemurniannya dengan tetap
        berkeyakinan bahwa Allah selalu menolong dia.
   9. Waktu khusus untuk menghormati Santa Maria Goretti setiap tanggal 6 Juli (hari dimana Ia meninggal
       dan menerima Komuni Kudus pertama kali dalam hidupnya).

PELAJARAN 20: DOA SEBAGAI UNGKAPAN IMAN, HARAPAN DAN KASIH
  1. Berdoa berarti berbicara dengan Allah. Dalam doa, kita mendengarkan dan menyampaikan keinginan-keinginan kita pada Allah. Doa merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan iman, harapan dan kasih.
  2. Salah satu contoh doa yang mengungkapkan harapan, iman, kasih sekaligus pasrah atas kehendak Tuhan adalah doa Yesus ketika di Taman Getsemani: “Ya BapaKu, jikalau Engkau kehendaki, ambilah cawan ini dari padaKu, tetapi bukanlah kehendakKu, tetapi kehendakMulah yang terjadi!” (Luk 22:42).
  3. Yesus berdoa di Taman Getsemani itu dilakukanNya pada saat kritis menghadapi sengsara dan wafatNya. Dalam doa itu terungkap kepercayaan dan kepasrahan, pengharapan dan kasih Yesus:
  • Kepercayaan dan kepasrahan Yesus pada BapaNya: di saat-saat susah pun Yesus masih percaya dan pasrah pada kehendak BapaNya.
  • Pengharapan Yesus padaBapaNya: Yesus yakin bahwa BapaNya tidak akan menyia-nyiakan Dia dan tidak meninggalkanNya walau dalam keadaan sengsara serta wafatNya.
  • Kasih Yesus pada BapaNya: Yesus selalu mengutamakan kehendak BapaNya yaitu menyelamatkan umat menusia melalui peristiwa salib.
    4.  Doa yang diajarkan Yesus pada para muridNya adalah Doa Bapa Kami juga merupakan contoh 
        doa yang mengungkapkan harapan, iman dan kasih manusia pada Allah. Berikut ini adalah pembagian 
        paragraf dalam Doa Bapa Kami menurut Mat 6:9-13 yang mengungkapkan harapan iman dan kasih 
        pada Allah:

Bapa Kami yang di Sorga,
Dikuduskanlah namaMu,
Datanglah kerajaanMu, mengungkapkan kasih
Jadilah kehendakMu,
Di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini
Makanan kami yang secukupnya
Dan ampunilah kami akan kesalahan kami,
Seperti kami juga mengampuni mengungkapkan iman dan harapan
Orang yang bersalah pada kami;
Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,
Tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.

Karena Engkaulah yang empunya
Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan mengungkapkan kasih
Sampai selama-lamanya. Amin.

1 komentar:

  1. penjelsan materinya diperlegkap agr wawasan pembaca lebih luas

    BalasHapus

Apa usulanmu?